ku bersyukur
December 9, 2009
Aku sungguh bersyukur ketika aku boleh mengenal teman – teman, sahabat – sahabat, kakak, abang dan orang – orang yang berada di sekitarku.
oleh mereka aku belajar banyak hal.
Belajar untuk memberi,
belajar untuk berbagi,
belajar bahwa kita tak dapat hidup sendirian.
Aku sungguh bersyukur boleh mengenal teman – teman di kelompok belajar oke. Diantara kalian, mungkin aku yang paling pendiam. Aku menjadi pengamat dan pendengar yang baik ketika kita belajar bareng.
Aku menuliskan ini, ketika aku merindukan kalian, merindukan saat kita belajar bareng – bareng. Kelompok belajar oke : iet, dwi, sindy, gita, anggi, silvi, toil, nise (sapa lagi yah?_)
Terima kasih,
buat segala waktu yang telah dilalui
Buat pertolongan kalian,
Aku mungkin jarang ngobrol dengan kalian, aku mungkin introvert terhadap kalian, tapi… kalian adalah sahabat – sahabatku.
Terima kasih buat waktu, buat canda, buat semua hal yang dilewati. Kalian menerima aku apa adanya, dan menjadikan aku salah satu bagian dari kelompok ini.
Share house, bagiku adalah rumah tempat saling berbagi.
Berbagi ilmu, berbagi makanan, berbagi kisah setiap orang yang singgah ke rumah ini.
Memang kita semua perlahan demi perlahan berpisah. Berjalan di jalan masing – masing, semoga masa ini tak dilupakan.
Moga sukses sobat2 ku ^v^.
Honor and Praise
December 7, 2009
Words and Music by Twila Paris
Righteous and holy in all of Your ways
We come before You with honor and praise
Here to adore You for all of our days
We come before You with honor and praise
Lord of the heavens, how faithful You are
Shine down upon us, oh Bright Morning Star
Righteous and holy in all of Your ways
We come before You with honor and praise
Filling the temple, the work of Your grace
We come before You with honor and praise
Here to adore You for all of our days
We come before You with honor and praise
Lord of the heavens, how faithful You are
Rise in our spirits, oh Bright Morning Star
Righteous and holy in all of Your ways
We come before You with honor and praise
Here to adore You for all of our days
We come before You with honor and praise
Honor and praise
Honor and praise
Righteous and holy
We come before You
Righteous and holy
Honor and praise
Honor and praise
Honor and praise
Lyrics: Honor and Praise, Paris Twila
nice song ^v^
dekat pada-Mu
December 7, 2009
Dekat pada-Mu itu rinduku; setiap kata ku, Kau pun menunggu.
Tak ku sangka, ku temukan..
Satu Kasih yang abadi.
Kini ku datang, dan kubawa hidupku.
Memandang wajah-Mu, Mengikuti kebaikan-Mu
Mengejar hadir-Mu, dalam hidupku
Membawa sembahku, menyatakan kebesaran-Mu
Mengejar hadir-Mu, dalam hidupku
ajar ku berdiam
December 7, 2009
Ajar ku berdiam dekat di hati-Mu; Di saat ku berpaling temukan cinta-Mu
Di sana Kau menanti, tuk bawa ku lagi. Bersekutu dalam damai yang sejati
Oooo.. ku damba hadir-Mu
Oooo.. inilah rinduku
Hidupku, hanyalah untuk – Mu
Segenap hatiku, kagum akan kebaikan-Mu
Dan nafasku, menc’ritakan kasih-Mu
Ajar ku berdiam dekat di hati-Mu
Ajar ku berdiam dekat di hati-Mu; Di saat ku berpaling temukan cinta-Mu
Oooo.. ku damba hadir-Mu
Oooo.. inilah rinduku
yusuf seorang yang tulus hati
December 7, 2009
Kotbah minggu, 6 desember 2009 @ gii
Pengkotbah : ev. Agus Setiyono
Nats : matius 1 : 18 – 25
Berikut ini tulisan ( sejauh yang mampu ku ikuti/tulis) tentang khotbah yang disampaikan oleh bapak Agus Setiyono
Yusuf Seorang yang Tulus Hati
Hanya yang percaya yang bisa taat & yang taat menjadi percaya
Yusuf adalah seorang yang tulus hati (matius 1 : 19)
Mengapa Yusuf tidak mau meninggalkan Maria secara diam – diam? Karena Yusuf tidak mau mencemarkan nama Maria. Dan menurut hukum yahudi, kalau Yusuf meninggalkan Maria, maka kesalahan akan ditimpakan pada Yusuf.
Saat itu, pasti Yusuf mengalami konflik batin.
Tetapi, apa yang diputuskan oleh Yusuf adalah merupakan cerminan dari hikmat Tuhan. Ketulusan Yusuf membuat Allah memberikan anugrah dalam hidupnya.
Yusuf adalah seorang yang memiliki pribadi yang reflektif
Yusuf adalah seorang pribadi yang reflektif (memiliki penguasaan diri), bukan reaktif; sedangkan Maria adalah seorang yang penuh penyerahan diri. Jika kita melihat apa yang dialami oleh Yusuf, banyak hal yang bisa dilakukan oleh Yusuf untuk lari dari apa yang dia hadapi. Tetapi Yusuf tidak langsung reaktif, Ia mempertimbangkannya (matius 1:20)
Matius 1 : 20 : tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata : “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria seperti isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalaah dari Roh Kudus
“tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu” –> Yusuf tidak langsung panik, tetapi ia mempertimbangkannya. Mari kita belajar untuk menjadi reflektif, bukan reaktif.
Mari kita tanyakan pada diri kita, : Tuhan, Engkau mau berbicara apa melalui peristiwa ini? (Tuhan punya maksud di balik segala peristiwa).
Yusuf tidak terburu – buru mengambil langkah tetapi mempertimbangkannya. Tentu banyak hal yang membuat kita panik, bingung akhir – akhir ini. Percayalah, Tuhan punya maksud yang indah dalam setiap peristiwa.
Yusuf adalah seorang yang tanggap dalam memberikan respon terhadap Tuhan.
Yusuf adalah orang yang taat, tapi di satu sisi dia tanggap dalam meresponi keinginan Tuhan. Dia bergegas untuk melakukan Firman Tuhan (matius 1:24).
Apa yang dialami oleh Yusuf dalam mimpinya adalah suatu hal yang tidak masuk akal (Maria mengandung dari Roh Kudus). Tetapi respon Yusuf terhadap apa yang dia alami adalah dia tidak berada dalam perenungan yang lama.
Yusuf dan Maria adalah orang yang tidak terlalu lama dalam perenungan. Yusuf dan Maria memiliki keteladanan tentang ketaatan yang sungguh pada Allah. Mereka sungguh taat pada Tuhan. Anugrah Tuhan diberikan dalam ketaatan yang dimiliki oleh Yusuf dan Maria.
Anugrah dapat datang pada siapa saja. Bagaimana kita bisa menerima anugrah Tuhan yang besar sementara kita masih itung – itungan dengan Tuhan?
Melihat kisah Maria dan Yusuf, mereka tau Tuhan tidak pernah salah dalam mengambil keputusan. Sejauh manakah ketaatan / kesungguhan kita kepada Tuhan ketika kita akan menyongsong hari kelahiran Tuhan. Bisakah kita melihat Tuhan di sebuah kandang? Apakah Tuhan hadir dalam kelemahan kita? Mari miliki hati yang tulus / sungguh dalam menyambut Tuhan dalam setiap kelemahan dan kesibukan kita.
Natal, ketika Kristus lahir di hati, menyucikan hati yang kotor.
Mari belajar untuk menjadi pribadi yang tidak mudah panik. PERCAYALAH kepada Tuhan. Taat dan setia mengiring Tuhan. Sungguhpun sulit jadi pribadi yang sungguh dan benar di hadapan Tuhan. Belajarlah menjadi seperti Yusuf.
Selamat hari minggu, Tuhan berkati.
let love lead the way
December 4, 2009
What makes this world go round
Will the answer let her down
She is so sweet and young
And her life has just begun
What does her future hold
That’s the story left unknown
Will she make it through her days,
Let our love lead the way
Part of me laughs (oh)
Part of me cries
Part of me wants to question why (question why)
Why is there joy
And why is there pain (ooh)
Why is there sunshine and the rain
One day you’re here
Next you are gone
No matter what we must go on
Just keep the faith
And let love lead the way
Everthing will work out fine
If you let love, love lead the way
Sitting there all alone
In the window of her room
Watching the world go by
Brings tears to her eyes
All she sees is hurt and pain,
She wants to break the chain
She’ll keep pressing everyday
And she’ll find her own sweet way
Part of me laughs (me laughs)
Part of me cries (I cry)
Part of me wants to question why (wants to question why)
Why is there joy
One day you’re here (you’re here)
Next you are gone (you’re gone)
No matter what we must go on (I will go on)
Just keep the faith (keep your faith)
And let love lead the way (I know, I know, I know, ooh whoa)
You can be all that and still can be who you are
You gotta know for sure that it isn’t make believe
You may feel weak but you are strong
Don’t you give up if
If you keep holding on, you’ll never be wrong
Just close your eyes cause it lies deep in your heart, yeah
Part of me laughs
Part of me cries (I cry)
Part of me wants to question why (question)
Why is there pain
Why is there sunshine then the rain
One day you’re here (you’re here)
Next you are gone (you’re gone)
No matter what we must go on (I will)
Just keep the faith
And let love lead the way (lead the way)
Part of me laughs (I laugh)
Part of me cries (I cry)
Part of me wants to question why (Question why)
Why is there joy (So much joy)
Why is there pain (So much pain)
Why is there sunshine then the rain
One day you’re here (You’re here)
Next you are gone (You’re gone)
No matter what we must go on (I will)
Just keep the faith
And let love lead the way (Lead the way)
Everthing will work out fine
If you let love, love lead the way
Love lead the way
Song lyrics
December 4, 2009
one of my favorite songs :
every promise we can make
every prayer ant step of faith
every difference we can make
is only by his grace
every mountain we will climb
every ray of hope we shine
every blessing left behind
is only by his grace
(chorus)
grace alone
which God supplies
strengh unknown
He will provide
christ in us
our cornerstone
we will go forth in grace alone
every soul we long to reach
every heart we hope to teach
everywhere we share his peace
is only by his grace
every loving word we say
every tear we wipe awy
every sorrow turned to praise
is only by his grace
just writing TvT
December 4, 2009
Dalam perjalananku, aku ingin berhenti dan berbalik. Pergi dan meninggalkan semua beban yang ada. Tapi aku tak bisa, sama seperti aku tak bisa begitu saja melepaskan tanggung jawabku atas keputusan – keputusan yang ku buat.
Jujur, aku takut..
Takut mengecewakan Dia dan takut juga mengecewakan orang – orang yang ku kasihi.
Ketika aku berjalan, yang kurasakan hanyalah kepedihan dan kesakitan. Aku merasa apapun yang kulakukan akan membuatku merasa tambah sakit. Aku mencoba menghindarinya, tapi itupun tidak bijak. Aku sudah mencoba berlari, tapi apakah hidupku hanya untuk berlari. Berlari dari panggilan dan pilihan?
Aku tau semuanya ini / perjalanan ini menuju pada ketundukan yang mutlak pada Kristus. Tapi saat ini, bagiku, perjalanan ini begitu sulit dan menakutkan. Menakutkan karena saat ini, dalam pikiranku, yang kurasakan, ketika aku melalui jalan ini, aku harus sanggup melihat kekecewaan orang – orang yang ku sayangi. Akupun harus siap melepaskan segalanya, dan hanya berjalan dengan iman.
rest but run
December 2, 2009
Sudah lama aku tak berbicara dengan-Mu. Apa Kau merindukanku? Saat ini aku mencoba untuk menghindari-Mu, karna ketika aku menghadap Engkau semuanya terasa berat. Mungkin karna aku merasa beban yang sedang dan yang akan Kau berikan padaku berat, maka aku berlari dan mencoba jauh dari-Mu.
Aku sibuk dengan segala kesibukanku. Aku sibuk dengan segala tugas – tugas kuliahku dan sibuk memikirkan progress tugas akhirku yang sangat lambat. Banyak alasan yang ku buat untuk menghindari-Mu.
Kenapa aku menghindari-Mu? Kenapa aku enggan untuk bertemu dengan-Mu?
Karena kekecewaan dan kebingungan yang ku alami akhir-akhir ini. Mungkin karena kesedihan yang ku alami. Luka yang ku alami cukup sakit. Akhir – akhir ini aku mencoba untuk mundur dan tak mau memikirkan segalanya.
Cukup dengan beban yang seperti ini, beban yang menurutku cukup : hanya mengerjakan tugas kuliah dan tugas akhir.
Beban pelayanan, keluarga, studi dan panggilan hidup terasa sangat berat bagiku. Terkadang timbul pertanyaan dalam hatiku, kenapa aku tak menjalani kehidupan seperti teman – temanku yang lain? Fokus pada kuliah dan berprestasi di studi. Sementara aku? Sibuk dengan organisasi, pelayanan, studi.
Saat ini, cukup sudah.
Aku sedang mencoba mengumpulkan tenaga untuk mengerjakan hal – hal yang sederhana.
Miss You, and hope You forgive me ^^
kisah ku di pmk oha
November 20, 2009
Ini adalah kisahku di pmk oha sejak tahun pertama aku kuliah di bandung.
Tahun 2005 : Masa awal memilih Lembaga Pelayanan
Tahun pertama kuliah, aku bergumul ketika akan memilih lembaga pelayanan. Aku bingung apakah aku masuk perkantas atau lembaga pelayanan yang lain. Setelah menanya orang – orang, akhirnya aku memutuskan untuk masuk perkantas. Aku masuk perkantas beberapa bulan setelah persekutuan dalam semester pertama berjalan.
Orang pertama pmk oha yang aku tau namanya adalah bang lesbon. Sebelum datang ke pmk oha, aku lebih dulu datang ke persekutuan pmk jatinangor karena saudaraku di bina di pmk jatinangor. Ketika acara ramah tamah pmk jatinangor aku ditanya apakah aku sudah masuk lembaga pelayanan atau belum, aku bilang belum. Mereka kemudian menyuruh aku untuk menghubungi bang lesbon.
Di kampus, setelah selesai kebaktian jumatan, aku bertemu dengan bang lesbon. Lalu hari sabtunya aku datang ke persekutuan sabtu.
Tahun pertama aku di pmk oha bukanlah sesuatu hal yang menarik bagiku. Interaksiku dengan anak – anak oha sangat sedikit. Dalam satu tahun aku hanya datang persekutuan sekali – sekali saja. Selesai persekutuan, aku malas beramah tamah. Sering kali setiap hari sabtu aku menghabiskan waktuku di kosan dan aku lupa kalau hari sabtu itu ada persekutuan pmk oha.
Masa ktb
Awal ktb aku punya saudara ktb. Nama saudara ktb ku njo dewi. Aku bukanlah aktb yang baik. Karena ospek dan kesibukan – kesibukan, aku sering sekali membatalkan ktb dengan kakakku, kak Lisa. Di tengah perjalanan ktb, akhirnya njo dewi tidak diktbkan kak Lisa lagi. Aku sendirian menjadi aktb kak Lisa.
Di ktb kak Lisa, ada suatu masa ketika aku kecewa dengan Ktb. Aku merasa bahwa ktb kami selama ini hanya rutinitas, bukan suatu relasi yang dalam benar. Aku merasa bahwa ktb ini hanya menjadi beban buat kak Lisa sehingga aku bertekad untuk tidak diktbkan lagi. Aku hampir bilang sama kak lisa bahwa aku tak mau diktbkan lagi. Pikiran itu tercetus ketika aku demam (cukup parah) dan aku lupa sms kak lisa bahwa aku sakit jadi gak bisa ktb. Waktu aku sms kak Lisa minta maaf, Kak Lisa bilang, oh ya udah lain kali jangan diulangi lagi ya. Kapan kita bisa ktb lagi? Waktu itu aku sedih sekali karena aku masih sakit, tapi yang ditanya adalah kapan kita ktb lagi? Dimana relasi yang benar? Bahkan ketika sakit, yang ditanyakan adalah kapan kita ktb lagi? Masa itu, aku sangat emosi makanya hampir tak mau diktbkan lagi. Memang aku juga salah, ketika aku kurang berkomitmen di ktb. Sory kak Lisa ^^
Kisahku dengan kak Lisa, meskipun sempat kecewa dengan ktb dan interaksiku dengan pmk oha sangat kurang sekali, adalah awal. Awal dari suatu kisah yang tak tertebak dan menurutku satu kisah yang cukup berat juga. Tuhan benar – benar membentukku di pmk oha.
Ulang tahun februari 2007
Bulan Oktober 2006 (kurang lebih 1.5 tahun diktbkan) Bapak ku dipanggil Tuhan. Di waktu itu, aku tak ada waktu untuk dikunjungi oleh anak – anak oha. Waktu itu, aku sibuk di lustrum uksu.
26 februari 2007, aku ulang tahun. Dan itu adalah kunjungan pertama anak – anak oha ke kosanku. Itu adalah awal pertama anak – anak oha kenal dengan ku karena waktu ulang tahun februari 2006 aku tak mau dikunjungi karena ada kegiatan yang lain. O iya, tahun pertama dan kedua waktu kuliah aku aktif di uksu itb dan di kbmsb (keluarga besar mahasiswa siantar – bandung).
Kunjungan ulang tahun kali ini dikunjungi oleh iin, bang putra, bang helminton, bang anggiat, sebastian, anas dan bang hendra. Waktu itu juga aku pertama kali ketemu dengan bang hendra, bahkan waktu itu aku tak tau apa itu staf pendamping oha (hehe). Waktu kunjungan ulang tahun ini, aku sharing dengan mereka. Mereka, cukup heran melihatku bercerita padahal selama ini aku jarang berbicara di depan mereka. Tanpa di sangka – sangka aku bilang, “AKU MAU CERITA”.
Ceritaku adalah :
Hadiah yang istimewa buatku di ulang tahun tahun ini adalah ketika aku masih bisa mendengar ucapan selamat ulang tahun dari mamaku. Hari ini, aku dibangunkan oleh telepon dari mamaku pukul 6 pagi. Pagi itu mamaku bilang : “nang, selamat ulang tahun ya. Bersyukurlah sama Tuhan karna mamak masih bisa bilang selamat ulang tahun sama mu”. Aku heran, dan langsung bertanya kenapa? Ternyata, waktu itu ( sepertinya tanggal 25 februari;aku rada lupa) mamaku mengalami kecelakaan mobil. Ketika mamaku dalam perjalanan ke tebing, bus yang ditumpangi mamaku terbalik 3 kali dan jatuh ke sisi jalan. Dalam kecelakaan itu, satu orang meninggal. Saat itu, aku cukup terkejut, belum lagi 6 bulan bapak ku dipanggil Tuhan, mamaku mengalami kecelakaan. Saat itu dalam hatiku, hampir saja kami menjadi yatim piatu. Akhirnya saat itu aku sadar, bahwa belum saatnya Tuhan memanggil mamaku. Kalau Tuhan mau, bisa saja Tuhan memanggilnya saat itu, tapi ternyata waktu itu bukan waktu Tuhan. Aku sungguh bersyukur, masih bisa mendengar ucapan dari mamaku. Saat ini, banyak orang yang merasa biasa aja ketika mendengar ucapan selamat ulang tahun dari orang tuanya tapi bagiku itu adalah satu hal yang patut untuk benar – benar disyukuri. Karna itu, adalah salah satu bentuk kasih Tuhan buat kita. Bentuk kasih Tuhan bahwa Tuhan masih memberkati dan menjaga kita melalui orang tua kita.
Nah, itu kejadian seputar februari 2006. Kita masuk ke cerita berikutnya.
Tahun 2007 : Dipanggil menjadi pengurus oha anggota bidang ekstern
Babak selanjutnya dalam hidupku adalah, ketika aku disharingkan untuk menjadi pengurus. Aku disharingkan menjadi anggota bidang ekstern. Saat itu, aku semester 4.
Ketika aku menggumulkan untuk menjadi pengurus, aku menghadapi dua buah pilihan. Sejak tahun pertama aku aktif di kbmsb, dan aku sebenarnya ingin sekali aktif di kbmsb. Aku sempat terpikir untuk mencalonkan diri jadi ketua kbmsb. Ada beberapa hal yang ingin ku kerjakan di kbmsb. Aku bingung saat itu. Aku ngobrol dan minta masukan dari kembaranku taty, sahabatku gusmarina dan dari kak lisa. Aku minta dua minggu untuk mendoakannya. Setelah dua minggu, aku memutuskan untuk mengatakan TIDAK untuk menjadi pengurus di pmk oha. Aku lebih memilih untuk berkarya di kbmsb. Saat itu aku dekat/akrab dengan kakak & abang di kbmsb. Rasa kekeluargaan lebih terasa di kbmsb dibanding di organisasi yang lainnya.
Aku janji ketemuan untuk memberi jawaban dengan bang ferdinan di depan perpustakaan pusat itb hari jumat pukul 10. Saat itu, hari itu aku dengan mantap untuk menjawab TIDAK dengan bang ferdinan. Banyak pertimbanganku dan banyak alasanku untuk tidak menjadi pengurus. Pukul 9, waktu kuliah stastistika industri, bang ferdinan sms aku untuk bilang gimana kalau ketemuannya setelah kebaktian jumatan? Akhirnya aku menyetujuinya. Akupun ikut jumatan sebelum ketemuan dengan bang ferdinan.
Pembicara di kebaktian jumatan itu adalah ibu Dorothy Irene Marx. Di kebaktian inilah aku pertama kali bertemu dan melihat ibu Dorothy. Kesanku terhadap kotbah yang disampaikan ibu itu adalah kotbahnya membosankan. Sampai sekarang, aku lupa apa yang dikotbahkan ibu itu. TAPI, ada sesuatu hal yang terjadi di kebaktian ini ketika aku merenungkan kembali apakah menjadi pengurus atau tidak. Ketika dalam hatiku, aku berandai – andai. Ketika dalam hatiku aku berkata : “gimana kalau jadi pengurus” à ada suatu sukacita dalam hatiku. Aku merasa bahwa ada suatu kehidupan dalam diriku yang melompat – lompat kegirangan. Tapi ketika aku kembali dalam hatiku bilang : “gimana kalo tidak menjadi pengurus? Aku di kbmsb aja. Kan jadi pengurus berat, kayak yang dibilang bang ferdinan kemarin “dek, jadi pengurus itu cukup berat,” dan lagi semester depan (tingkat 3 kuliah di teknik industri sangat sibuk). Banyak tugas, dan saat itu prestasi studiku tidak baik. Kalo dipikir – pikir, banyak sekali alasan untuk tidak jadi pengurus. Ketika aku memutuskan untuk tidak jadi pengurus, à sesuatu yang hidup (sesuatu kehidupan) yang berubah menjadi sedih. Aku merasakannya. Dan sekarang aku menyadarinya bahwa itu sepertinya adalah Roh Kudus.
Kemudian aku mendengar suara hati kecilku berkata dalam hatiku, “tety, berapa waktu dalam sehari yang diberikan Tuhan padamu?” aku menjawabnya 24 jam. Kemudian suara itu menjawab “mau gak dari 24 jam itu, kamu menyediakan waktunya 2 jam? Bukankah itu masih sedikit dari waktu yang diberikan Tuhan padamu? Mau gak menyediakan waktu 2 jam untuk Tuhan? Untuk kunjungan mahasiswa baru? Akhirnya, saat itu aku memutuskan untuk menjadi pengurus. Saat itu yang kurasakan adalah suatu sukacita. Sukacita yang luar biasa. Aku bilang dalam hatiku, bahwa aku tak tau apa yang akan terjadi, tapi aku mau untuk melayani Tuhan. Memang semester depan adalah semester yang cukup sibuk & berat tapi aku akan menjalaninya.
Itulah kisahku ketika aku mulai akan aktif di pmk oha. Ketika Tuhan mulai mengerjakan banyak hal dalam hidupku dan juga dalam pmk oha. Pasti teman – teman pmk oha juga banyak sekali dibentuk dan diubah oleh Tuhan di pmk ini. hayooo Tulis, biar jadi berkat dan kesaksian bagi orang lain.
Masa berat di ekstern
Di ekstern, hal yang kualami benar – benar bukanlah suatu hal yang mudah. Saat itu, aku harus menghadapi praktikum & kesibukan kuliah tingkat tiga, menjadi pktb dengan lima aktb, dan menjadi pengurus di pmk oha. Apalagi di ekstern, yang bekerja hanya dua orang yaitu angga dan aku. Tingkat tiga adalah masa – masa yang berat bagiku. Puncak kekecewaanku adalah ketika semester 6 aku gagal di dua buah mata kuliah. Aku mendapat nilai D di kuliah sistem basis data & pengantar ekonomika. Aku sangaaat down saat itu. Aku bertanya pada Tuhan, Tuhan kenapa terasa begitu berat? Ditengah – tengah ketika melayani Tuhan, aku harus gagal di kuliah ini. bagaimana ini? bagaimana aku menghadapi orang tua & kakak – kakak ku? Waktu tingkat tiga, sering sekali setelah beraktifitas seharian, aku hanya terkapar tidur kecapean dan cukup sering juga menangis ketika kecewa di kepengurusan, menangis karna kecapean. Atau sering juga gak tidur karna harus mengerjakan tugas – tugas kuliah. Waktu itu, aku juga ikut di kepanitiaan di himpunan. Aku diajak sahabatku iet untuk jadi LO di turnament golf buat alumni – alumni teknik industri. Nah, ada kejadian lucu waktu itu. Hehehe. Nah, waktu itu kami dibagi tugas untuk menghubungi alumni alumni ngajakin dan mempublikasikan turnamen ini pada mereka. nah, ada satu alumni yang sms nanyain tentang turnamen ini. dia sms pukul 11, dan kemudian sms pukul 4 pagi. Kebetulan, saat dia sms aku sedang mengerjakan tugas. Dia kemudian nanya, aku sms kamu malam – malam dan subuh kok langsung dibalas? Gak tidur ya? Kapan tidurnya? Hehehe akhirnya aku balas, lagi ngerjain tugas. (Cuma teringat saja, dan kenapa tidak ditulis saja, mendokumentasikannya. Hehehe)
Naaaah, itu ceritaku ketika di bidang ekstern. Semester 6 aku ikut kepanitiaan retreat pmk oha, aku menjabat sekben (sekretaris&bendara).
Tahun 2008 : Dipanggilkah? Untuk menjadi pengurus di bidang pemuridan pmk oha
Bulan maret 2008, tiba – tiba bang hendra mengsharingkan aku untuk menjadi koordinator bktb (pemuridan). Aku langsung menolak mentah – mentah. Aku sudah cukup sibuk di organisasi, sudah capek dan tingkat 4 sudah saatnya aku memikirkan masa depanku. Sudah saatnya aku studi oriented. Karena ktbku juga cukup bermasalah saat itu karna jarang ketemua dsbnya. Tekadku di semester 4 aku hanya sibuk untuk kuliah dan ktb. Dua hal itu saja sudah berat. Dan lagi semester 7 adalah semester tersibuk karna ada mata kuliah perancangan pabrik. Di mata kuliah ini, tiap minggu pasti ada semacam tugas besar, aku cukup sangat ketakutan ketika menghadapi mata kuliah ini. bang hendra dan teman – teman pengurus dapat menerima alasanku.
Ada pengalaman yang menarik dari bulan maret sampai september. Meskipun teman – teman pengurus dapat menerima alasanku, AKU TETAP BERGUMUL.
Bulan maret, ketika bang hendra mengsharingkan aku untuk masuk bidang pemuridan, aku mengalami peristiwa yang unik. Pagi – pagi, ketika mendengar lagu selidiki aku, dalam pikiranku. Dalam benakku, aku berada dalam suatu ruangan. Ruangan itu tak ada dinding dan tak ada sekat. Yang ada hanya lantai datar, yang tak tau ujungnya dimana. Aku berdiri di sebuah pintu. Pintu itu, secelah terbuka. Ada sinar yang keluar dari pintu itu. Pintu itu hanya sedikit terbuka, dan kemudian ada tangan yang terulur mengajakku untuk memegangnya dan masuk melalui pintu itu. Dalam benakku itu adalah seolah – olah tangan itu adalah tangan Tuhan, pintu itu adalah pintu untuk masuk bidang pemuridan. Tuhan memanggilku di bidang pemuridan. Aku hanya mampu terdiam, dan berdiri terpaku. Tuhan, aku tak sanggup. SUDAH CUKUP. Masih ada orang lain yang dapat mengerjakannya, jangan aku. Aku tak sanggup.
Setelah aku tersadar, aku mengenyahkan pikiran tadi. Dalam hatiku, aku berkata : akh, itu Cuma emosi saja. Tak mungkin itu benar. Mana mungkin Tuhan memanggil aku. ITU CUMA EMOSIONAL KU SAJA.
Masa – masa itu, masa yang berat di bidang pemuridan. Tak ada yang menjadi calon pengurus di bidang pemuridan. Bukankah itu aneh, bukankah pmk oha dimulai dari kelompok kecil, malah sekarang pengurus yang untuk mengurusi bidang kelompok kecil hampir tidak ada. Akhirnya, Iin ketika dia semester 9 memutuskan untuk berjuang sendirian di bidang pemuridan.
Bulan juni – juli, aku kerja praktek di jakarta. Masa transisi sejak maret – juli adalah masa yang tidak menyenangkan. hpdA ku hancur – hancuran. Aku benar – benar merasa tidak damai sejahtera. Doa mau makan kalau ingat saja. Aku sering menangis. (berhubung aku tipe melankolis, aku memang sering menagis kalau ada masalah; hehehe).
Di jakarta, ketika gereja, aku merasa dipanggil oleh Tuhan lagi. Aku kemudian hanya bisa menangis dan menceritakannya pada kembaranku. Dia bilang : kamu emosional sekali terhadap pelayanan. Aku hanya bisa terdiam, dan dalam hatiku berkata, : itu bukan panggilan Tuhan. Itu hanya emosiku, karna sekarang belum begitu sibuk kuliah, punya banyak waktu luang jadinya mikir yang macam – macam. Masa – masa itu aku benar – benar tidak merasakan damai sejahtera. Seolah – olah Tuhan berdiam diri atasku.
Awal semester 7, aku menjalani kuliah seperti biasa. Aku jarang ke pmk oha dan sibuk memikirkan kuliahku. Agustus – september, sering sekali setiap bangun pagi, yang ada kondisiku stress dan pusing. Aku uring – uringan. Aku benar – benar labil. Aku sering cerita dengan merry, meliza & hendy. Saat itu, aku merasa seperti mau gila. Aku bingung apa yang harus aku kerjakan, dan aku sering menangis. Saat itu, hal yang paling menghalangi aku untuk menjadi pengurus adalah prestasi akademikku. Sejak sd – sma prestasi akademikku bagus, tapi hal ini berubah drastis ketika aku mahasiswa. Ipk ku tidak sampai 3.00
Ketika jalan kaki pulang kuliah, sering aku bertanya dalam hatiku, apakah aku menggantungkan harapanku pada ipk? Seberapa penting itu bagimu? Mana yang lebih kau percayai, ipk atau Tuhan (dalam hal memikirkan masa depanmu)? Pertanyaan yang mungkin tidak semua orang memikirkannya.
Sampai suatu ketika, sore hari sepulang kuliah. Aku jalan kaki ke kosan ( daerah gandok ) melalui sabuga. Aku masih ingat dan akan terus ingat masa itu. Masa Tuhan memanggilku, masa ketika aku benar – benar bingung dan bergumul.
Ketika berjalan, aku mendengar suara dalam hatiku berkata : Tety, anakku, percayakah kamu padaku? Aku tau bahwa yang berbicara itu Tuhan. Aku menjawabnya, percaya Tuhan. (aku tau bahwa kembali ini untuk ketiga kalinya masa ketika Tuhan kembali memanggilku di bidang pemuridan. Selama ini aku berkelit, dan menghindar. Aku tak sanggup menghadapinya). Lalu suara itu menjawab : percayakah kamu bahwa kamu sanggup melaluinya? (aku teringat dengan pintu yang ada dihadapanku dulu, ketika Tuhan mengajakku untuk melaluinya). Aku menjawab Tuhan : “ tapi Tuhan, bagaimana dengan masa depanku? Ipk ku jelek, nanti setelah lulus aku gimana? Bagaimana dengan masa depanku?”. Ia menjawabku dengan lembut : “ percayakah kamu bahwa masa depanmu berada dalam genggamanku?”. Lalu aku hanya bisa terdiam. Kemudian aku berkata, aku percaya pada-Mu Tuhan, tapi bagaimana dengan orang tuaku?
(saat itu, aku sering sekali menangis. Mama ku sama sekali tidak setuju dengan kesibukanku di pelayanan. Ketika aku cerita dengan mamaku bahwa aku disharingkan lagi untuk jadi pengurus, mamaku bilang begini : nang, mana kamu pilih : oha atau mama?. Aku sering sekali menangis. Bagiku ini adalah pilihan yang sangat sulit. Ketika aku merasa terbeban dengan pelayanan tetapi di satu sisi hal ini bertentangan dengan keluarga.)
Kemudian Suara itu berkata : “Percayakah kamu bahwa Aku sanggup mengubahkan hati manusia? Termasuk hati mama mu?”. Aku hanya bisa terdiam dan tak mampu menjawab. Aku berjalan terus menuju kosan. Di kosan, aku bercerita dengan meliza tentang apa yang aku alami.
Saat itu aku bingung, sangaat bingung. Aku masih ingat, aku berkata dengan meliza, mel aku merasa kayaknya aku udah gak waras lagi deh. Aku merasa aneh dengan diriku sendiri. Saat itu, aku minta dukungan doa dari meliza dan hendy. Semoga aku bisa mengambil keputusan di dalam masa – masa ketakutanku.
Satu minggu berikutnya, aku berjuang dalam hpdAku. Aku mulai mendengarkan suara hati kecilku kembali. Kemudian, pada hari minggu, akhirnya.. tanpa menceritakan pada siapapun. Aku memutuskan untuk melayani Tuhan. Aku berdoa di gereja gii pada kebaktian jam 5 sore. Aku berdoa meminta kekuatan Tuhan dalam melayani Dia satu tahun ke depan di bidang pemuridan. Sepulang gereja, aku sms bang hendra bahwa aku mengambil komitmen untuk menjadi pengurus satu tahun ke depan.
Masa yang berat ketika aku melayani di pmk oha. Masa yang berat ketika aku menghadapi pilihan – pilihan di pmk oha, tetapi di dalam pilihan itu kehendak Tuhan mutlak harus terjadi. Melalui peristiwa dan melalui banyak hal di pmk oha, aku semakin kenal dengan Tuhan. Mencoba berlari dari panggilan, tapi akhirnya disadarkan bahwa kehendak-Nya pasti terjadi.
Masa jadi anggota bidang pemuridan
Di bidang pemuridan, aku bekerja sama dengan bang hendra & iin. Bph yang mendampingin bidang pemuridan adalah handayani. Satu tahun selama di bidang pemuridan, aku sungguh bersyukur dapat melewatinya dengan baik. Bahkan prestasiku baik. Ip yang kuraih di dua semester ini >3. Hal ini yang menambah keyakinanku pada Tuhan. Bahwa apa yang aku takutkan selama ini tidak benar. Di tengah kesibukan kuliah, ktb, melayani di bidang pemuridan, Tuhan mengajariku banyak hal. Belajar, berpengharapan pada Tuhan, belajar membagi waktu, belajar untuk taat, belajar bahwa dibalik segala sesuatu Tuhan bekerja.
Tahun 2009 : terpanggil menjadi koordinator bidang pemuridan pmk oha
Di akhir kepengurusan, aku mengira bahwa aku sudah cukup untuk melayani di pmk oha. Saat itu memang, targetku untuk lulus adalah bulan maret 2010.
Ternyata, aku disharingkan lagi untuk menjadi koordinator bidang pemuridan. Beberapa waktu / bulan, aku mendoakannya. Dan akhirnya aku memutuskan untuk menerimanya. Saat itu, salah satu pertimbanganku untuk menerimanya adalah untuk transfer visi, transfer pengetahuan tentang apa yang dikerjakan dibidang pemuridan kepada adik – adik yang bakal menggantikan kami di bidang pemuridan. Dan ternyata, tidak ada adik – adik yang ikut secara langsung melayani di bidang pemuridan. Saat ini, yang melayani di bidang pemuridan adalah kami, aku dan handayani, angkatan 2005 yang sedang mengerjakan skripsi. Tolong dukung dalam doa, supaya aku dan handayani boleh mengerjakan bagian kami di pelayanan kami.
Kalau dibilang capek, yaa kami pasti capek. Kalau dibilang lelah, yaa kami lelah ketika kami harus bergumul antara studi, keluarga,pelayanan dan panggilan hidup.
Tetapi di dalam segala kondisi, kami berjuang untuk taat pada Tuhan. Saat ini, kami sedang bergumul juga dalam skripsi, tolong dukung kami dalam doa, semoga dalam hidup kami, kami selalu taat dan setia kepada-Nya.
Bagi Dialah segala hormat, pujian & kemuliaan. Tuhan berkati kita semua.
Bandung 12 november 2009 @ my room, pukul 10.00